Hanya Sebuah Catatan


Sampai kapanpun, manusia tidak akan pernah mengerti sesama spesiesnya. Alih-alih mengerti, tahu saja akan manusia tidak. Selalu menghakimi dari sudut pandang logis tanpa melibatkan perasaan. Menggunakan emosi akal sehat kemasyarakatannya, menghakimi sesama manusia. Ya, itulah manusia. 

Manusia itu tidak akan pernah puas atas apa yang diraihnya. Apalagi jika dia sudah memiliki segalanya, tidak puas dan ingin berusaha menjangkau tempat yang lebih tinggi. Itulah manusia yang kikir. Bahkan mungkin sesamanya akan berjatuhan dalam keputusasaan dan stress jangka panjang atas keinginan pribadi individu yang ingin mencapai tingkat yang sama dengan Penciptanya. 

Terdapat satu emosi manusia yang bernama cinta. Apakah itu cinta? Mengapa dia bisa membuat manusia kehilangan akal sehatnya demi mencapai sesuatu? Bagaikan hasrat yang mendorong naluriah seseorang untuk mencapai tujuannya? Ya, biarkan itu menjadi sebuah misteri alam semesta. 

Seseorang yang mencintaimu tidak akan pernah meninggalkanmu. Meskipun dengan 100 alasan untuk menyerah, tetapi, dia akan menemukan satu alasan untuk bertahan. 

BACA JUGA: SYUKUR DAN IBADAH

Bayangkan jika kerja kerasmu tidak dianggap. Bayangkan bahwa kamu sudah mengejar hasil yang terbaik namun tidak dihargai. Namun, setetes kesalahan akan membuatmu meleleh bagaikan berenang di kolam asam. 

Oke, cukup saat ini. Semakin meluap, semakin dimaki, semakin dihujat, berakhir bunuh diri. Lebih baik aku tidak menyebar aib di internet mengenai masalahku di kehidupan nyata.

-DANIEL