Tragedi Di Pesta Malam Hari Chapter 3

“Silahkan ikuti saya.” Kata Niki dengan sopan.

“Hahaha.... Tidak perlu terlalu formal Niki, kitakan sudah kenal lama. Santai saja. Kamu juga setuju kan, Samuel?” Balas Nathan sambil tertawa.

“Tentu saja tuan.” Balas Samuel kepada Nathan.

“Kamu tidak perlu terlalu terlalu kaku dengan kita, Niki.” Lanjutnya.

“Baiklah. Jika itu yang kalian inginkan. Hahaha...” Jawab Niki sambil tertawa. Ekspresinya berubah menjadi lebih santai dibandingkan sebelumnya.

“Begitu dong.” Kata Nathan menanggapi perkataan Niki. Senyum masih terlihat di wajahnya, menghangatkan suasana diantara mereka.

Mereka sibuk bercakap-cakap di perjalanan. Tak terasa, mereka sudah sampai didepan ruangan pesta.

“Oh, kita sudah sampai. Kalau seperti ini, waktu terasa cepat yah?” Kata Nathan sambil sedikit tertawa.

“Hahaha.... Iya betul, tuan.” Balas Niki kepada Nathan.

“Kalau begitu, mari kita masuk.” Lanjut Niki sambil berjalan kearah pintu tersebut. Dia lalu meletakkan tangannya di pegangan pintu tersebut, dan mendorongnya.

Krek....

Suara pintu terbuka terdengar. Pintu didepan mereka berbunyi ketika didorong oleh Niki. Dari baliknya, cahaya terang menyusup keluar. Mereka bertiga merapatkan mata mereka karena terangnya cahaya tersebut.

“Wah... silaunya. Si Ong memang suka berlebihan kalau melakukan sesuatu. Hahaha....” Kata Nathan sambil tertawa kecil.

“Hahaha... maaf kalau terlalu terang, Nathan.” Seseorang muncul dari balik cahaya tersebut.



Seperti Nathan, dia juga memakai kemeja putih dengan jas dan dasi hitam. Dia berjalan perlahan dengan kedua tangannya dibelakangnya. Sebuah senyum terlihat di wajahnya. Orang tak mengenalnya mungkin mengira dia memasang sebuah senyum sinis. Tetapi, bagi Nathan, Samuel, dan Niki, senyum itu memang senyum sejati darinya.

“Oh... Ong. Hahaha... apakah kami terlalu berisik disini? Maaf, yah.” Kata Nathan sambil tertawa.

Nathan berjalan kearah pria tersebut sambil tersenyum. Niki dan Samuel di berdiri ditempat mereka masing masing sambil sedikit membungkuk kearah pria tersebut dan melepaskan topi mereka sebagai tanda hormat kepada pria tersebut.

“Hahaha... tidak perlu seperti itu. Kalau tidak begini, itu bukan Nathan yang kukenal selama 10 tahun terakhir.” Balas Ong sambil tertawa.

“Hahaha... betul juga.” Ajak Nathan kepada yang lain.

“Kalau begitu, marilah kita masuk kedalam. Hidangan malam ini disiapkan dengan spesial oleh sang juru masak terkenal.” Ajak Ong kepada yang lainnya.

“Hmm... betul juga. Yang lainnya sudah menunggu. Mari kita masuk.” Jawab Nathan

Seperti mendengar aba-aba, Nathan dan Ong berjalan melewati pintu tersebut dan masuk ke dalam ruangan tersebut. Samuel dan Niki mengikuti dibelakang mereka.

Sebelum mereka melewati pintu tersebut, Nathan dengan cepat memegang bahu Ong, seperti ingin mengatakan sesuatu.

“Hmm? Ada apa, Than?” Kata Ong menyadari Nathan memegang bahunya.

“Sepertinya kamu sudah mengetahuinya, tetapi akan kukatakan sekali lagi.” Balas Nathan langsung setelah Ong menyelesaikan kalimatnya.

“Iya, aku tahu. Rencana pembunuhan diam-diam di pesta ini yang dilakukan oleh salah seorang pembunuh bayaran profesional, kan?” Potong Ong sebelum Nathan dapat menyelesaikan kata-kata yang ingin dia ucapkan.

“Ya. Begaimana kau akan menghadapinya? Apakah kau sudah menyiapkan sesuatu?” Tanya Nathan.

“Tentu saja. Kau pikir siapa aku?” Jawab Ong dengan nada sedikit keras.

Tak ingin isi pembicaraan mereka terdengar, mereka langsung menjauhkan diri dari satu sama lain setelah mereka telah melewati pintu ruang pesta itu.

Dibalik pintu tersebut, banyak orang telah berkumpul di ruangan tersebut. Laki-laki, perempuan, semua orang disana menakai pakaian formal berwarna hitam. Mereka berbincang dengan satu sama lain. Ruangan terdengar ramai hingga terdengar sebuah suara.