PSI - Parasocial Interaction


Infereina Blog - Jadi suatu hari, entah kapan tahu itu, saat saya menggunakan Facebook sebagai alat media sosial berkenalan atau berinteraksi dengan seseorang yang berjarak ribuan mil (radius bumi hanya 6000 Km), saya melihat seorang illustrator artist atau bahasa simpelnya, "Tukang Gambar". Tentu saja menurut pengamatan saya, seorang "Tukang Gambar" ini merupakan public figure di kalangannya, dia terlihat manis dalam berucap dan sopan dalam berbuat, juga akrab dengan beberapa teman-temannya. Tentu saja, banyak orang, apalagi saya, ingin berinteraksi dengan sang artis ini dan akrab dengannya, namun apa yang kalian atau saya sendiri mungkin tidak sesuai ekspektasi. Saat mencoba akrab, dicuekin, bersikap dingin dan defensif.

Kalau dijadikan sebuah dialog, mungkin seperti ini kira-kira contohnya;

Pelaku Adegan

  1. Amran (Artis)
  2. Joni (Teman Amran)
  3. Wijay (Orang Biasa/Yang Mau Akrab dengan Amran)
Percakapan Amran dengan Joni

Amran memosting sebuah Gambar

Joni: "Wih, sasuga mastah-kun, gambarnya mantap 😎🙏."

Amran Meresponnya dengan;

Amran: "Ah, bisa aja loe, masih nub itu aku." 

Joni: "Waduch, mastah merendah 😎🙏."

Amran: "Heh, bukan mastah aku. Hehe."

Begitulah akrabnya. Bandingkan sama orang biasa bernama Wijay.

Wijay: "Waduh bang, gambarnya bagus."

Amran: "Terima kasih."

Wijay: "Ajarin dong stah 🙏."

Tidak dibalas kemudian. Ya seperti itulah kurang lebih ilustrasinya. Sebenarnya bisa dilihat di lain tempat. Anggap, lah berdasarkan pengalaman saya membeli suatu barang dari seseorang. Orang itu memiliku akun Facebook untuk berjualan sekaligus, ya, sebagai hiburan misalnya share tentang meme atau informasi. Terkadang juga dia posting sesuatu yang umum dan terlihat family friendly, tapi untuk temannya saja. Saya tidak terlalu mengenal dia mencoba akrab dan akhirnya, ya, diabaikan. AKSOWKSOKWOSKWSK. Pas lagi beli barangnya aja yang terlihat family friendly. Tapi, ya tidak salah sih kalau seperti itu. 

Jika kalian ada yang sakit hati karena si artis terlihat friendly namun saat kalian berbicara dengan dia, dia bersikap acuh tak acuh, maka selamat. Kalian kena perangkap PSI atau merupakan singkatan dari Parasocial Interaction

Apa Itu Parasocial Interaction?

Parasocial Interaction merupakan semacam hubungan psikologis yang dialami oleh Audiens/Fans/Penonton atau orang yang seperti Wijay diatas, lah. Gampangnya, saat si Wijay melihat si Amran yang akrab dengan komentator-komentatornya, maka si Wijay berpikiran bahwa, "Oh si Amran ini family friendly banget, akrab banget sama orang lain. Pasti sama gw juga akrab nih. Gw ajak bercandaan, lah." Nah, si Wijay ini sudah terperangkap dengan Parasocial Interaction. Ya, terlihat dari pemikirannya, si Amran ini kan belum diketahui banyak sifatnya gitu. Bisa jadi apa yang dia tampilkan di depan audien tidak sama dengan kepribadian sebenarnya. 

Dan ketika si Wijay, misal, bercandaan dengan Amran yang mana menurut Wijay itu masih ga apa, lah. Bercandaan teman istilahnya, tapi dianggap Amran itu merupakan penghinaan. Yaudah jadinya timbul suatu jurang diantara mereka. Amran bersikap dingin terhadap Wijay. 

Ya, seperti itulah singkatnya. Duh gimana ini mau tutup.

Intinya, ya, kalau dalam dunia pertemanan Facebook itu, minimal kalian harus akrab terlebih dahulu. Secara perlahan. Cari tahu apa yang mereka suka atau tidak sukai, kadang bercanda bisa dianggap serius. Kalau sudah ada akrab-nya, berarti kalian sudah tahu kalau mereka orangnya seperti apa dengan demikian sikap mereka pun akan menjadi lebih family friendly terhadapmu. Karena aslinya, orang tersebut baik, ramah namun karena main diajak bercanda tanpa dikenal lebih mendalam, tanpa pengakraban diri, jadinya ya timbul jurang gitu. Sekian.