Mimetic Polyalloy Pada Terminator Series
![]() |
| Gambar T-1000 yang membentuk tubuhnya. |
Infereina Blog - Jika kalian pernah menonton Terminator, apalagi Terminator 2: Judgement Day (1991), pasti kalian melihat salah satu Terminator yang menjadi antagonis utama yang diprogram untuk membunuh John Connor dari masa lalu supaya di masa depan, perlawanan manusia bisa diredam dengan mudah. Begitulah. Nah, karakteristik yang paling mencolok di seri Terminator ini adalah karena antogonisnya itu, yang sekarang kita sebut dengan T-1000, tidak memiliki kerangka sama sekali. Robot tetapi tidak punya rangka? Aneh bukan?
Nah, ternyata T-1000 dan penerus T-950 lainnya itu memiliki bahan yang bernama Mimetic-Polyalloy. Yang mana seluruh tubuhnya berupa senyawa cair yang bisa diprogram dan menjadi robot pada umumnya. Fungsi Mimetic Polyalloy ini beragam, mulai dari membuat senjata jarak dekat, menyamar (penyusupan) dan lainnya membuat T-1000 ini sangat kuat.
Bisa kalian lihat pertempuran antara T-800 dengan T-1000 dibawah.
Mari kita analisis.
Menurut Terminator Genisys, di salah satu penjelasannya, kulit dari Terminator T-800 itu bisa beregenerasi namun sangat lama. Sedangkan untuk T-1000, itu hanya dalam hitungan detik. Setiap goresan akibat benda tajam atau tempabakan pistol, semua akan teregenerasi dengan cepat.
Melihat pertempuran diatas, tangan kiri T-800 terjebak di suatu roda gir yang membuatnya tidak bisa berpindah sehingga harus memutuskan tangannya. Sedangkan T-1000, hanya perlu mengecilkan tangannya dan bisa segera terbebas. Haha, memang sih semua mesin Terminator yang memiliki kerangka tetap seperti T-850, T-X itu mesti menghancurkan Gir itu atau memutuskannya. Seperti T-X di Terminator 3: Rise of The Machines dimana saat kakinya tertimpa helikopter yang dibawa T-850, mau tidak mau dia harus memutuskan kakinya karena Mimetic Polyalloy-nya hanya berguna untuk penyamaran (?).
Oke mari kita lanjutkan kembali, setelah kita melihat beberapa kelebihan dari Mimetic Polyalloy tersebut. Mimetic Polyalloy sering berkembang setiap seri dari Terminator ini, antara lain T-X di Terminator 3, gabungan dari Rangka dan Mimetic Polyalloy, T-800 (Guardian) dari Terminator Genisys sama seperti T-X hanya disini lebih seperti menutup sebagian saja. Juga di Terminator 6: Dark Fate yang berbasis karbon, bukan logam lagi.
Namun terdapat kelemahan dari Mimetic Polyalloy ini. Beberapa kelemahan itu bisa dijadikan cara untuk melawan para Terminator yang menggunakan bahan ini.
1. Suhu Ekstrim
Masih di tempat yang sama, yaitu di Terminator 2, T-1000 yang lengah karena tertembak dengan peluncur granat dari belakang oleh T-800 jatuh ke kolam besi cair yang suhunya hingga 1500 K lebih. Suhu yang tinggi ini dapat mengubah struktur dari Mimetic Polyalloy ini sehingga tidak beroperasi dengan benar.
![]() |
| T-1000 terlihat senang berenang di peleburan Besi. |
2. Korosif
Terlihat dari Terminator Genisys dimana saat Sarah Connor menembak tong yang berisi asam kuat (Asam Klorida) dengan konsentrasi asam yang tinggi, mampu mengurai susunan senyawa Mimetic Polyalloy. Ya di dalam kimia, asam itu dijadikan pengurai logam hingga menghasilkan semacam senyawa baru. Sama seperti diatas, Suhu Ekstrim dapat mengubah ikatan, di asam juga.
3. Pembekuan
Kembali lagi ke Terminator 2, saat T-1000 itu terkena Nitrogen cair yang bersuhu sangat rendah, membuat kemampuan Mimetic Polyalloy-nya tidak bekerja sementara waktu. Membeku berarti berhenti sementara.
![]() |
| T-1000 membeku akibat terkena Nitrogen cair. |
Sebenarnya semua jenis Terminator yang mengandung logam dalam tubuhnya seperti T-800, T-850, T-X, T-3000 (John Connor), semua memiliki kelemahan sementara terhadap magent. Yang mana magnet dapat mempengaruhi dan melumpuhkan sementara Terminator seperti itu. Terkecuali Terminator seperti Rev9 yang dikatakan berbasis karbon sehingga mungkin lebih tahan terhadap magnet meskipun sesama Mimetic Polyalloy.
Nah seperti itu kira-kira penjelasan Mimetic Polyalloy berserta kelebihan dan kekurangannya.


