Dampak Perang Bubat Bagi Millenial Tanah Jawa dan Sunda

Infereina Blog - Terdapat pemali lama yang menyebutkan bahwa orang Sunda dan orang Jawa tidak diperbolehkan menikah atau sebaliknya. Sebuah pemali atau larangan tentu sebagian masyarakat taati dan patuhi agar bisa menjadi pribadi yang taat terhadap kehidupan bermasyarakat. Apalagi beberapa pemali bisa menjadi membahayakan nyawa dan raga ketika dilanggar. Tetapi, ada pemali yang menyatakan jikalau orang Sunda dan orang Jawa tidak diperbolehkan memiliki status menikah. Mengapa bisa begitu?

Pemali tersebut masih dipegang teguh hingga beberapa gelintir masyarakat sekarang (yang bersangkutan) yang mana efek dari pemali tersebut adalah, hubungan keluarga yang tidak harmonis, melarat dan bakalan terkena musibah ini dan itu bagi orang-orang yang melanggar pemali tersebut. Tidak ada penjelasan tertulis manapun yang menjelaskan asal-muasal mitos ini. Namun, mitos ini kuat dugaan berkembang dari tragedi masa lampau, yaitu perang bubat.

Bagi yang belum tahu apa itu perang bubat, perang bubat merupakan perang yang terjadi akibat perselisihan antara Mahapatih Gajahmada dengan Prabu Maharaja Linggabuana dari Kerajaan Sunda. Yang mana efek dari adanya perang ini mengakibatkan tewasnya rombongan Sunda terkhusus kematian Dyah Pitaloka Citraresmi, yang mana Putri Pitaloka akan diperistri oleh Hayam Wuruk, raja Majapahit saat itu.


Dari peristiwa gagalnya pernikahan antara Raja Hayam Wuruk dengan Putri Pitaloka, mengakibatkan rumor yang beredar bahwa pernikahan antara Orang Jawa dengan Orang Sunda akan berakhir tragedi atau tidak akan harmonis. Tentunya akibat rumor dari mulut ke mulut ini mengakibatkan mitos atau pemali ini berkembang hingga sekarang. Yang mana dampaknya bisa dirasakan dalam kehidupan bermasyarakat maupun individu.

Namun, jika dilihat dari sisi individu, mitos ini sebetulnya tidak terasa. Karena masih bisa menjalin hubungan antara Orang Sunda dengan Orang Jawa. Apalagi, Orang Jawa terbuka dan bebas menikah. Salah satu penyebabnya adalah karena tidak adanya identitas etnis lagi bagi Orang-Orang Jawa. Mungkin agak berbeda dengan suku-suku lain yang mana diwajibkan untuk menikah dengan marga-marga tertentu.

Untuk terjadi perselisihan pernikahan, antara Orang Jawa dengan Orang Sunda, bisa jadi itu persoalan level keluarga. Tidak direstui pernikahannya. Kemungkinan bisa jadi adalah karena ketidaksukaan antara salah satu keluarga dengan calon menantu dan dengan adanya mitos ini (perang bubat), dijadikan pembenaran agar tidak terjadi pernikahan.